Saturday, March 4, 2017

Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai, (Upsus Pajale)

Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai
Seperti yang pernah saya ucapkan bahwa untuk mewujudkan swasembada pangan secara nasional dari  program Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai, (Upsus Pajale), butuh kesamaan persepsi dari seluruh stakeholder pertanian. Artinya pelaksanaan program Upsus Pajale ini harus sama mulai dari tingkat bawah hingga atas. Kalau sudah satu persepsi, apapun yang dilakukan akan mudah dicapai, dengan adanya peran dari PPL, Bhabinsa, UPTD kecamatan, kabupaten, provinsi dan peran pusat.

Dalam Upsus Pajale, Pemerintah Pusat menerapkan berbagai strategi, baik dengan penyediaan dana, pengerahan tenaga, perbaikan jaringan irigasi yang rusak, bantuan pupuk, ketersedian benih unggul yang tepat, bantuan traktor dan alsintan yang mendukung persiapan, panen dan pasca panen termasuk kepastian pemasarannya. Dengan berbagai opsi kebijakan tersebut, saya meminta kepada TNI AD untuk meningkatkan hasil panen di wilayah dampingannya masing-masing. Alhamdulillah, kita direspon dengan sangat baik.

Kementerian Pertanian menargetkan pada tahun 2017 produksi beras pada berbagai daerah dapat meningkat. Bahkan, pada tahun ini, saya optimis produksi beras dapat mencapai 40 juta ton.Target 78 juta ton gabah, yang setara dengan 40 juta ton beras ini cukup untuk kita ekspor. Ini salah satu bagian dari peta jalan negara kita sebagai lumbung pangan dunia di 2045.

Dengan melihat kebutuhan beras dalam negeri mencapai 33 juta ton. Artinya, Indonesia memiliki harapan untuk dapat swasembada sehingga kelebihan beras dapat di impor pada berbagai negara. Sekarang banyak negara yang menawarkan berasnya ke Indonesia tapi kita sudah tidak perlu lagi karena sudah mampu penuhi di dalam negeri.

Ditargetkan akan terdapat 100 ribu ton beras yang akan diekspor pada tahun ini. Saya pun optimis dengan berbagai program yang ada produksi petani pada berbagai daerah dapat meningkat. Kita punya program upsus, khususnya sumber faktor penting dalam berbudidaya itu air, 3 juta lahan irigasi kita bentuk, kita perlu teknologi dengan tenaga kerja terbatas kita bantu dengan traktor. Petani juga dilindungi dengan asuransi petani yang gagal panen kita ganti Rp. 6 juta per ha, 80% dibantu preminya oleh pemerintah, itu dalam rangka tingkatkan produktivitas.

Upsus lain yang menjadi perhatian juga adalah Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting). Upsus ini sebagai upaya mengakselerasi target swasembada 10 tahun, artinya kalau dari 2016 swasembada bisa tercapai di 2026 sesuai arahan Presiden. Meski menurut perhitungan bisa lebih cepat lagi. Dengan Upsus Siwab populasi sapi lokal dilipatgandakan dengan Inseminasi Buatan (IB). (Sumber : tabloidsinartani.com)

Post a Comment

Start typing and press Enter to search