Tuesday, February 21, 2017

RI Kirim 5.000 Ton Beras ke Sri Langka

Joko Widodo saat melepas keberangkatan puluhan truk

Pemerintah Indonesia mengirimkan sebanyak 5 ribu ton beras kualitas medium ke Sri Langka. Pangan pokok tersebut merupakan hibat untuk kemanusian di negara tersebut yang kini tengah dilanda kekeringan.

“Hari ini, Selasa 14 Februari 2017 segera akan kita berangkatkan  bantuan berupa beras sejumlah 5.000 metrik ton untuk saudara-saudara kita di Sri langka yang saat ini menghadapi situasi kerawanan pangan karena kekeringan yang berkelanjutan,” kata Presiden RI, Joko Widodo saat melepas keberangkatan puluhan truk kontainer berisi beras di Kantor Divre DKi Jakarta, Kelapa Gading, Selasa (14/2).

Bantuan pangan ini merupakan permintaan langsung dari Presiden Sri Lanka Yang Mulia Maithripala Sirisena. “Permintaan itu disampaikan kepada saya langsung melalui Duta Besar Sri Lanka di Jakarta dan permintaan tersebut secara cepat saya respon karena memang kondisinya sangat memerlukan sekali,” tutur Jokowi

Permintaan tersebut Jokowi mengakui, langsung diteruskan ke menteri terkait untuk mempersiapkan pelaksanaan pengiriman beras bantuan. “Hari ini Alhamdulillah kita dapat memberikan bantuan tersebut,” ujarnya.

Jokowi mengatakan, sebagai sahabat dan Indonesia adalah salah satu negara besar di Asia sudah sepantasnya bangsa Indonesia berada bersama Sri Lanka dalam menghadapi situasi-situasi yang sulit.

Sementara itu staf ahli Menteri Pertanian bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Mat Syukur mengatakan, bantuan beras 5 ribu ton ini ada tahap awal dari rencana ekspor sebanyak 100 ribu ton. Bantaun ini juga sebagai tanda bahwa produksi beras surplus, sehingga Indonesia memberikan bantuan ke negara lain (Sri Langka).

“Ini (bantuan beras) momentum penting, bahwa Indonesia telah surplus dan berdaulat pangan. Setelah 72 tahun, secara khusus kita ekspor beras medium 5 ribu ton,” kata Mar Syukur.

Dia mengatakan, pengiriman beras ke Sri Langka ini merupakan tahap awal dari rencana ekspor. Diharapkan, ke depan akan ada pengiriman beras lagi sekitar dalam jumlah yang sama. “Ini bukti produksi beras kita cukup. Tahun ini kita targetkan produksi beras bisa mencapai 40 juta ton. Jika kebutuhan sebanyak 33 juta ton, maka sisanya bisa kita ekspor,” kata Mat Syukur.

Post a Comment

Start typing and press Enter to search