Sunday, February 19, 2017

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017: Bersama Membangun Pendidikan dan Kebudayaan yang Merata, Berkeadilan dan Berkualitas

Acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017 dibuka Presiden Joko Widodo di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Kamis 26 Januari 2017. Dalam acara ini, sebanyak 2.844 siswa yatim dari 309 sekolah di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi mendapat KIP dari Jokowi.


Rembuknas sendiri berlangsung di Kompleks Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Jalan Cinangka KM.19, Bojongsari, Depok, Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, dalam pengantar dan laporan yang disampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, memaparkan kegiatan dan tujuan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017, yang bertema "Bersama Membangun Pendidikan dan Kebudayaan yang Merata, Berkeadilan dan Berkualitas".

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan kepada Pemda atau Lembaga dan Organisasi yang telah berjasa di bidang pendidikan dan kebudayaan. Selain itu, dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Menteri Pariwisata untuk pengembangan kepariwisataan berbasis pendidikan dan kebudayaan yang bertujuan untuk mendukung peningkatan wisatawan di sepuluh destinasi pariwisata prioritas. Mendikbud juga menyampaikan paparan tentang "Arah Kebijakan dan Program Strategis Kemendikbud tahun 2017."
Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017 ini merupakan langkah dan tindakan konkret pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, untuk memaksimalkan pelibatan publik dalam menyukseskan program dan kegiatan prioritas di bidang pendidikan dan kebudayaan tahun 2017, serta menyiapkan rancangan kebijakan tahun 2018. Dalam Rembuknas selama tiga hari ini dibahas mengenai peningkatan pemerataan layanan pendidikan, peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing, serta penguatan tata kelola pendidikan dan kebudayaan.
Tujuan Rembuk Nasional ini antara lain adalah untuk mengevaluasi capaian pelaksanaan program dan kegiatan prioritas tahun 2016, mensinergikan pelaksanaan program dan kegiatan prioritas tahun 2017, menyepakati kebijakan operasional 2017 dan merumuskan bahan masukan kebijakan pendidikan dan kebudayaan tahun 2018 dengan mempertimbangkan kewenangan dan urusan bidang Dikbud sesuai UU No. 23 Tahun 2014 serta meningkatkan kerjasama antara Kemendikbud, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan publik/masyarakat komunitas pendidikan dan kebudayaan.

Program strategis pendidikan perlu dirancang dengan baik untuk memeratakan kualitas belajar-mengajar di seluruh Indonesia. Ada tiga hal yang harus dibangun untuk meningkatkan mutu pendidikan, yaitu keahlian, tanggung jawab sosial, dan rasa kesejawatan. Sementara itu, dalam upaya meningkatkan kualitas guru, tiga faktor perlu diperhatikan, yaitu pelatihan, perbaikan mutu pendidikan dan penggunaan teknologi belajar mengajar
Diharapkan, dari Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017 akan terwujud peningkatan pemerataan layanan, peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing, serta penguatan tata kelola pendidikan dan kebudayaan. Selain itu, juga diharapkan seluruh jajaran pendidikan dan kebudayaan di pusat dan daerah memiliki komitmen atas pencapaian target kinerja program prioritas yang telah ditetapkan dalam Renstra Kemendikbud 2015-2019 dan Renstra di masing-masing SKPD serta berbagai kebijakan dan program prioritas nasional pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan di masa yang akan datang.

Kegiatan RNPK 2017 diisi dengan diskusi para peserta yang dibagi menjadi sembilan komisi, yang masing-masing terdiri dari  perwakilan pemerintah pusat dan daerah, serta lembaga masyarakat dan elemen lain untuk membahas topik yang berbeda bagi masing-masing komisi. Topik yang dibahas dalam komisi antara lain mengenai ujian nasional (UN), pendidikan vokasi, pendidikan karakter, dan pembagian wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah dalam urusan pendidikan.

Pada hari Jumat, 27 Januari 2017 Rembuk Nasional secara resmi ditutup oleh Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono. Dalam acara penutupan dilakukan pembahasan tentang hasil sidang komisi serta pemaparan mengenai Gerakan Nasional Revolusi Mental di bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

Keberhasilan pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2017 ini merupakan hasil kerjasama berbagai pihak yang terlibat. Sebagaimana disampaikan Mendikbud, semua yang hadir dalam Rembuk Nasional 2017 merupakan penentu peningkatan kualitas pendidikan generasi mendatang.
Sumber : kemdikbud

Post a Comment

Start typing and press Enter to search