Tuesday, February 21, 2017

Lahan dan Perlindungan Petani Jadi Tantangan

Pembangunan pertanian tak lepas dari dua hal yakni ketersediaan lahan dan petani. Namun dua faktor itu justru menjadi tantangan. Begitu juga yang dialami Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Propinsi Tanaman Pangan, Jawa Tengah, Yuni Astuti mengakui ada dua tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian ke depan. Pertama, di Pulau Jawa, persoalan utama yakni bagaimanan mempertahankan lahan pangan lestari.

“Ke depan kita makin sulit mempertahankan lahan. Karena itu saya berharap dalam pertemuan pemantapan program kegiatan pembangunan pertanian kali ini kita bisa merusumuskan apa yang harus dilakukan dengan keterbatasan lahan pangan lestasri atau abadi di Pulau Jawa ini,” tuturnya di sela-sela Pertemuan Pemantapan Kegiatan Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2017 di Solo, beberpa waktu lalu.

Sebagai gambaran ungkap Yuni, di Jawa Tengah, luas lahan pertanian, khususnya sawah mencapai 3,25 juta hektar (ha). Untuk pertanaman padi, sasaran luas tanam Tahun 2017 sekitar 2,5 juta ha. “Ini yang tidak mudah. Gubernur Jawa Tengah sudah meminta agar bisa diatasi tantangan untuk mempertahankan lahan lestari tersebut,” katanya.

Tantangan kedua, lanjut Yuni, perlindungan dan pemberdayaan petani. Pemda Jawa tengah telah menerbitkan Perda No. 5 Tahun 2016 tentang Peelindungan dan Pemberdayaan Petani. Dalam rangka perlindungan petani di Jawa Tengah, telah dintroduksi kartu tani sebagai jaminan petani mendapatkan pupuk susbidi. “Kami saat ini masih dalam posisi pendataan seluruh petani hingga di kecamatan. Saat ini telah terdata 13 kabupaten/kota,” katanya.

Dalam upaya perlindungan petani di Jateng, Pemda juga telah membentuk aplikasi petani. Media tersebut ruang komunikasi seluruh stakeholder pertanian, bukan hanya petani, tapi juga akademisi, pejabat dan pakar yang mengurusi pertanian. “Semua bisa masuk aplikasi pertanian ini. Nantinya kami harapkan semua pertanyaan petani bisa langsung di jawab pakar,” katanya.

Pada kesempatan itu Yuni menegaskan, pihaknya telah berkomitmen untuk selalu berkontribusi dalam perwujudan kedaulatan pangan nasional. Sebagai wujudnya, terlihat dari kinerja pertanian dalam produksi padi, jagung dan kedelai (pajale) semakin baik, meski untuk kedelai memang tahun ini menurun.(Sumber tabloidsinartani.com)

Post a Comment

Start typing and press Enter to search