Wednesday, February 22, 2017

Era Digitalisasi Pertanian

Perkembangan teknologi informasi ibarat air yang akan terus mengalir dan tak mungkin dibendung lagi.

Berbagai aplikasi bermun­culan menawarkan berbagai kelebihan dan kemudahan. Paling kentara yang kini marak di masyarakat adalah penjualan online dan ojek online.

Aplikasi tersebut dipermudah dengan makin canggihnya alat komunikasi (handphone) yang dilengkapi teknologi android. Perusahaan komunikasipun ber­lomba memberikan  fasilitas de­ngan berbagai paket data. Harganya juga kian terjangkau masyarakat.

Digitalisasi kini sudah me­ram­bah masyarakat, bukan ha­nya di perkotaan, tapi juga di pedalaman. Fenomena digitalisasi telah memasuki beragam sektor, termasuk pertanian pun tak mau ketinggalan.

Beragam inovasi teknologi dan keterbukaan informasi ma­kin mudah diakses pelaku usa­ha. Teknologi informasi bisa mempercepat arus transformasi pembangunan pertanian Indone­sia. Akses beragam data informasi pertanian kini bukanlah hal yang sulit.

Berbagai kemudahan sudah dibuat Kementerian Pertanian un­tuk menyongsong era digitalisasi pertanian. Sebut saja kalender tanam (KATAM) yang dahulu dila­kukan perhitungan secara manual, kini bisa diakses pengguna, khu­susnya penyuluh dan petani hanya melalui genggaman tangan dengan smartphone.

Seperti kita ketahui, perubahan iklim yang kini terjadi kerap membuat petani terkecoh kondisi cuaca. Untuk membantu petani, pemerintah melalui Badan Pene­litian dan Pengembangan Pertanian telah mengeluarkan KATAM Terpadu. Dengan kalender tersebut terbukti efektif menyesuaikan wak­tu dan pola tanam tanaman pangan serta teknologi budidaya yang paling tepat oleh petani.

“Digitalisasi pertanian ha­rus dimaknai  sebagai bentuk efektifitas. Dari bentuk manual kepada bentuk digital. Dan dari sedikit data bisa menghasilkan banyak informasi,” kata peneliti sekaligus  Tim Informasi  Geospasial dan Analisa Sistem Pertanian, Balai Besar Penelitian Sumber Daya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Yiyi Sulaeman kepada Sinar Tani di Bogor, beberapa waktu lalu.

Digitalisasi sektor pertanian juga menjadikan penyampaian (delivery) informasi lebih mudah. Paling penting, dengan digitalisasi menjadikan tidak adanya batasan ruang dan waktu dalam mencari informasi.

Yiyi mencontohkan, dalam pro­ses perakitan teknologi hing­­ga diseminasi biasanya memer­lukan waktu minimal satu ta­hun. Tapi dengan digitalisasi, pro­ses penyediaan teknologi dan penyampaian kepada masya­rakat, khususnya petani menjadi lebih cepat. Tak hanya cepat, penyam­paian informasi pun dilakukan secara real time atau aktual.

Mengenai sasaran pelaku di­gi­talisasi informasi pertanian, Yiyi menjelaskan berbagai pihak mulai dari Gapoktan, penyuluh, dinas dan sebagainya. “Sasaran produk digitalisasi memang sebenarnya anak muda. Setelah mereka mencoba dan paham maka akan semakin mudah untuk dikomunikasikan dengan kelompok lainnya,” (Sumber : tabloidsinartani.com)

Post a Comment

Start typing and press Enter to search