Tuesday, February 21, 2017

Diseminasi Direktorat Pembinaan SMA 2017, Sosialisasi Informasi dan Koordinasi Program Prioritas Tahun 2017

INFO TERBARU - Diseminasi Direktorat Pembinaan SMA 2017, Sosialisasi Informasi dan Koordinasi Program Prioritas Tahun 2017.


Sesuai dengan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di tahun 2017 ini Direktorat Pembinaan SMA akan menjalankan program yang menjadi prioritas dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Program prioritas yang akan dicapai adalah peningkatan akses pendidikan yang merata, peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan untuk mendukung daya saing bangsa, pelestarian dan mengembangkan kebudayaan dan kebahasaan, serta penguatan tata kelola pembangunan dan kebudayaan.

Dalam melaksanakan program-program tersebut, Direktorat PSMA tentunya memerlukan dukungan pemerintah daerah seperti Dinas Pendidikan Provinsi serta Unit Teknis perwakilan pusat di daerah seperti Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Untuk tercapainya target tersebut, Direktorat PSMA perlu melakukan sosialisasi program yang dimiliki melalui kegiatan bertajuk “Diseminasi Program SMA Tahun 2017” dengan mengundang perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di Indonesia.

Kegiatan yang diselenggarakan dari hari Kamis, 16 Februari hingga Sabtu, 18 Februari 2017 tersebut diawali dengan laporan yang disampaikan oleh Kasubdit Program dan Evaluasi, Suhadi,  ketua panitia. Dalam laporannya, Suhadi menyampaikan tujuan penyelenggaraan kegiatan diseminasi program PSMA 2017 untuk mensosialisasikan seluruh program yang dilaksanakan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan, khususnya yang dilaksanakan oleh Direktorat PSMA kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Lembaga Penjaminan Mutu di seluruh Indonesia.

Secara khusus, tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah untuk mensosialisasikan informasi kebijakan umum pembangunan pendidikan SMA tahun 2017, informasi program dan kebijakan implementasi Kurikulum 2013, kebijakan program Kelembagaan dan Sarana Prasarana tahun 2017 serta sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan program Peserta Didik tahun 2017. Selain hal-hal tersebut, kegiatan diseminasi ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan informasi DAK tahun 2017 serta koordinasi pelaksanaan penyaluran BOS dan PIP SMA tahun 2017. Sosialisasi sistem pengawasan dan pengendalian anggaran tahun 2017 Kemendikbud, sosialisasi program penjaminan mutu pendidikan serta sosialisasi informasi data pokok pendidikan tahun 2017 juga disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di hotel Aston Imperial Bekasi ini.

Peserta yang diundang meliputi 34 Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan, 33 Kepala Lembaga Penjaminan Mutu seluruh Indonesia, 34 Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi, 34 Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Pembinaan SMA tahun 2017, 34 orang penannggung jawab BOS SMA tahun 2017. Total undangan 169 orang.

Selanjutnya kegiatan dibuka secara resmi oleh Hamid Muhammad,
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah pada pukul 17.00. Dalam sambutannya, Dirjen menyampaikan beberapa poin penting seperti bagaimana mengurangi disparitas layanan pendidikan bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Salah satu instrumennya adalah melalui Kartu Indonesia Pintar yang dibagikan kepada siswa kurang mampu agar dapat menyelesaikan pendidikan SMA. Dirjen  meminta agar juknis-juknis PIP dipelajari betul agar dapat membantu program terlaksana dengan baik. Dua hal yang perlu diperhatikan adalah masalah data, yang untuk tahun ini Kemensos akan diminta untuk melakukan validasi data dari Dapodik, dan daerah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal), yang jumlahnya ada 122 kabupaten dengan jumlah desa terpencil sekitar 15.000 dan perlu diberi akses pendidikan. Dijelaskan juga, KIP yang tahun sebelumnya dikirim ke alamat rumah tangga, untuk tahun ini akan dikirim ke sekolah-sekolah. Mengingat SMA kini sudah menjadi kewenangan provinsi, diingatkan agar dipetakan mana wilayah yang perlu dibangun sekolah baru dan mana wilayah yang sudah jenuh.

Hal selanjutnya yang ditekankan adalah perlunya memperhatikan mutu pendidikan SMA sebagai institusi pendidikan yang menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, oleh karena itu masalah mutu pendidikan harus ditangani dengan baik. Hal yang perlu diperhatikan terkait dengan peningkatan mutu pendidikan adalah kompetensi kepala sekolah, sebab kepala sekolah menentukan maju tidaknya suatu sekolah, sementara guru yang kompeten akan menentukan anak menjadi pintar. Guru perlu dilihat kecukupan dan kompetensinya. Dua hal tersebut tidak dapat dipisahkan; masalah peningkatan mutu perlu pengelolaan yang profesional. Meski SMA sudah menjadi kewenangan provinsi, disampaikan bahwa dalam pengelolaan, ada empat hal yang masih merupakan kewajiban Kemendikbud, yaitu masalah kurikulum, penilaian pendidikan, akreditasi sekolah dan pembinaan karir guru.

Dirjen selanjutnya mengingatkan bahwa meski sekarang ini kurikulum adalah area yang dianggap sudah berjalan dengan baik, masih cukup banyak SMA yang belum melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan, yang pada akhirnya tentu saja akan berimplikasi pada kualitas pendidikan SMA. Karena tidak seluruh lulusan SMA dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi, maka pendidikan SMA juga diharapkan dapat mempersiapkan siswa yang tidak melanjutkan dengan life skill yang dibutuhkan sehingga dapat menjadi bekal bagi siswa tersebut. Untuk itu, diharapkan Direktorat Pembinaan SMA meneruskan program yang memberikan life skill tersebut  agar lulusan SMA yang tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi juga dapat bertahan ditengah persaingan ketat di era globalisasi ini.

Pada akhir sambutannya, Dirjen menyampaikan permintaan Presiden untuk menghidupkan kembali program SMA berasrama. Setiap sekolah diharapkan dapat memiliki SMA dengan kualitas seperti SMA Taruna Nusantara. Untuk daerah terpencil, akan dibangun asrama siswa yang pembangunannya akan dikeolal oleh Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, perumahan guru akan dibantu oleh Kementerian BUMN, jaringan listrik dibantu oleh Kementerian ESDM dan jaringan internet oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Diharapkan setiap provinsi memiliki satu SMA yang menjadi percontohan. Selain membangun sekolah, provinsi juga dapat mengoptimalkan sekolah yang sudah ada untuk dijadikan center of excellence dengan sistem asrama.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pembinaan SMA, Purwadi Sutanto, juga berkesempatan menyampaikan sambutannya, yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter, termasuk masalah literasi yang tertuang dalam Permendikbud nomor 23 tentang penguatan budi pekerti yang mewajibkan adanya kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai pelajaran. Bagaimana membangkitkan semangat tersebut merupakan tanggung jawab bersama yang perlu ada sinergi bersama, sehingga sesuai dengan slogan Maju Bersama, Sukses Semua.  
Kegiatan selanjutnya diisi dengan paparan-paparan yang disampaikan oleh sejumlah narasumber. Sesi pertama diisi dengan paparan Informasi Kebijakan Umum Pendidikan SMA Tahun 2017 oleh Kasubdit Program dan Evaluasi, Suhadi, yang menyampaikan tentang tujuan SMA untuk membawa peserta didik ke jenjang yang lebih tinggi serta profil SMA yang meliputi jumlah, sebaran, akreditasi, kurikulum, rombel  SMA serta capaian program 2016. Selain itu, Kasubdit Program juga menjelaskan tentang isu-isu yang ada d Direktorat Pembinaan SMA, seperti akses, daya tampung, kerusakan sarana belajar, kekurangan peralatan pendidikan, pembiayaan biaya pendidikan, mutu pembelajaran yang belum maksimal dan merata, bahan ajar dan guru, disparitas pendidikan antar daerah, pembentukan karakter/pencegahan kekerasan.

Dalam sesi berikutnya, Kasubdit Kurikulum, Eko Warisdiono, menyampaikan paparan Informasi Program Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2017, yang menyampaikan tentang rencana pelaksanaan kegiatan penyegaran Instruktur Nasional di setiap provinsi serta fokus untuk memperkuat pembelajaran dan penilaian. Sesi dilanjutkan dengan paparan Kasubdit Kelembagaan dan Sarana Prasarana, Harizal, yang menjabarkan tentang peran Subdit dalam persiapan Wajar 12 Tahun yang meliputi ketersediaan Unit Sekolah baru (USB), Ruang Kelas Baru (RKB), Ruang Perpustakaan, Ruang Lab. IPA dan TIK, Rehab Ruang, Peralatan IPA dan TIK, renovasi Bangunan seta bantuan Prasarana lainnya. Paparan terakhir dari Subdit Peserta Didik yang disampaikan oleh Kasubdit Suharlan menguraikan tentang Program Peserta Didik untuk tahun 2017 serta menekankan bahwa Subdit Peserta Didik akan mengawal betul Program Indonesia Pintar, yang merupakan Program Presiden.

Pada akhir kegiatan diseminasi ini, peserta dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu Kelompok 1 yang terdiri dari para Kepala Bidang dan Kepala LPMP dengan materi pembahasan Isu-isu Prioritas Pendidikan; Kelompok 2 yang terdiri dari Kepala Seksi Sarana dan Prasarana yang membahas tentang Bantuan Fisik dan Prasarana, LOKUS DAK, APBN dan APBD; Kelompok 3 yang meliputi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dekon SMA Tahun 2017 yang membahas Rencana Pelaksanaan Dekon SMA Tahun 2017, dan Kelompok 4 yang merupakan kelompok Penanggung Jawab BOS dengan materi pembahasan Evaluasi Penyaluran BOS 2016 dan Persiapan Penyaluran BOS Tahun 2017.

Kegiatan ditutup oleh Kasubdit Program dan Evaluasi, Suhadi, pada hari Sabtu, 18 Februari 2017. Sebelum menutup acara, Kasubdit mengingatkan agar dana bantuan yang diterima, baik BOS, RKB, USB, Rehab, dan sebagainya dapat dimanfaatkan secara optimal serta berharap dapat bersama-sama menghasilkan program-program intervensi SMA yang akan dilakukan.

Sumber : psma.kemdikbud

Post a Comment

Start typing and press Enter to search