Friday, February 24, 2017

BPNT Resmi Disalurkan Serentak di 44 Kota/Kabupaten

Sebanyak 1,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 44 kota se-Indonesia, Kamis (22/2) lalu menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Penyaluran secara simbolis dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Cibubur, Jakarta Timur. Peluncuran ini juga berlangsung di beberapa kota lainnya di antaranya Makassar, Bandung, Jambi, Solo dan Surabaya.

Mendampingi peluncuran bantuan diantaranya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, Menteri Negara BUMN Rini Sumarno, Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman D. Hadad, Direktur Utama Perum BULOG, Djarot Kusumayakti, serta Direktur Utama Bank HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara).

“Alhamdulillah dengan peluncuran secara serentak di 44 kota ini, saat ini penerima manfaat sudah dapat menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk membeli bahan pangan di e-warong," kata Khofifah usai peluncuran BPNT.

Khofifah mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan upaya reformasi program subsidi Beras Sejahtera (Rastra) yang sebelumnya telah dijalankan. Skema bantuan baru ini mengubah metode subsidi beras yang sebelumnya disalurkan dengan harga murah untuk ditebus terlebih dahulu.

Dengan program ini Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat membelanjakan dana bantuan setiap bulannya untuk membeli bahan pangan di tempat pembelian bantuan pangan Non Tunai yang telah disediakan.

Skema ini diharapkan menjadi lebih efektif dan berkualitas untuk memenuhi target 6 T (Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Waktu, Tepat Kualitas, dan Tepat Administrasi). Selain itu memberikan nutrisi lebih sesuai kebutuhan keluarga.

“Penyaluran bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non-tunai menggunakan sistem perbankan untuk kemudahan mengontrol, memantau, dan mengurangi penyimpangan,” paparnya.

BPNT dapat dipergunakan untuk membeli beras, telur, tepung dan gula. Bahan pangan tersebut disediakan Bulog. Sementara lokasi pembeliannya di e-Warong yang terdiri atas e-Warong KUBE PKH, kios/warung/toko sembako yang telah menjadi agen bank, serta Rumah Pangan Kita yang telah menjadi agen bank. “Masyarakat bisa memilih mau membeli beras kualitas seperti apa. Kualitas standar, medium, atau premium,” ujar Khofifah.

Tahun 2017, penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai dilaksanakan secara serentak di 44 kota yang terdiri dari 7 kota di Sumatera, 34 kota di Jawa dan 3 kota di wilayah timur. Adapun target penyaluran tahun 2017 adalah sekitar 1,286 juta KPM dengan total nilai sebesar Rp1,7 triliun. Target ini direncanakan meningkat signifikan pada tahun 2018 menjadi sekitar 10 juta keluarga penerima bantuan. (Sumber : tabloidsinartani.com)

Post a Comment

Start typing and press Enter to search