Wednesday, February 22, 2017

Apakah berdampak Pilkada pada Ketahanan Pangan Daerah?

Pada tanggal 15 Februari 2017 lalu telah dilaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak di 101 daerah (7 provinsi, 76 kabupaten dan 18 kotamadya) untuk memilih gubernur, bupati dan walikota. Saat ini rangkaian kegiatan pilkada memasuki masa kampanye sampai bulan Februari 2017. Apa dampak pilkada bagi ketahanan pangan di sejumlah wilayah?

Ketahanan Pangan merupakan salah satu pondasi kokohnya ketahanan nasional. Ketahanan pangan yang rapuh tidak saja akan menyebabkan timbulnya kerawanan pangan, tetapi juga dapat menimbulkan kerawanan sosial yang jika tidak diatasi dengan baik bisa berimplikasi negatif terhadap sendi-sendi pembangunan lainnya.

Mengingat pentingnya masalah pangan, ketersediaan pangan yang cukup sesuai kebutuhan, dengan harga terjangkau daya beli masyarakat, sangat penting diperhatikan pemerintah dan pemangku kepentingan lain di bidang pangan.

Dengan terpenuhinya pangan penduduk, masyarakat akan merasa nyaman, aman dan tentram dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kondisi yang kondusif ini tentu merupakan modal dasar bagi pemerintah baik di pusat maupun daerah dalam melaksanakan pembangunan.

Saat ini rangkaian kegiatan pilkada memasuki masa penentuan pemilu putaran ke dua bulan Maret 2017, yang dilanjutkan  pemungutan suara putaran ke dua, kemudian rekapitulasi sampai penetapan calon terpilih tanpa sengketa.

Jika pilkada di suatu daerah dilakukan dua putaran, proses pilkada di daerah tersebut akan semakin panjang waktunya, karena pemungutan suara dan perhitungan suara putaran kedua rencananya akan dilaksanakan pada 19 April 2017 dan penetapan calon terpilih tanpa sengketa pada tanggal 5-6 Mei 2017 sebagaimana jadwal yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum. (Sumber : tabloidsinartani.com)

Post a Comment

Start typing and press Enter to search